SPG
Di antara sembahyang asmara kawula muda
Di pojok gempita
Disana
"...sebab bila aku biarkan segalaku digerus nasib, selamanya aku akan jadi kacung untuk semesta" tuturnya
Malam minggu kali ini tak ada bedanya dengan malam di bulan-bulan yang lalu
Bermodal riasan tebal yang ia beli sendiri
Ia masih sanggup menahan dingin udara malam
Dan derasnya euforia di depan mata
Tembang melankol mulai dimainkan
Tentang cinta dan kasih yang tak sampai
Aihh mengapa dadaku ikut bergetar, gumamnya
Namun etalase roko yang sedari tadi melambai
Belum ia jamah sedikitpun
Karena tak ada yang ingin membeli seorangpun
Sampai kapan
Sampai kini
Sampai malam kian renta
Dan ia tak tau sekarang pukul berapa
Tak adakah yang peduli
Mencoba memberi kursi
Tak adakah yang iba pada betisnya
Atau pada bokongnya yang sempurna
Pegal sudah rasanya
Kesal pasti rasanya
Inginnya ia lempar saja etalase itu
Tapi dengan sangat terpaksa
Dilemparnya senyum dari bibirnya
Sesuai instruksi bosnya
Komentar
Posting Komentar