Ada duri di telaga
Kusangsikan Kau yang sewaktu-waktu
Menjelma gedung kaca
Yang mencabik cakrawala
Haruskah sekali lagi
Kutanam wujudMu
Dari tunas pertentangan batin dan logika
Namun perlahan
Di akhir lamunanku Kau tetap setia terjaga
Sebab harapan yang karam seiring masa
Komentar
Posting Komentar