Sasmita

cinta menjelma kontrakkan sempit di sudut kota
yang menindas penghuninya
yang sejatinya mereka kaum papa
namun entah bagaimanapun
diatas bumi yg kita singgahi
kau berhak atas mahkota dan singgasana yang kadung berdebu dibalik terungku
lalu perlahan tatapmu yang malu malu menguliti isi kepalaku
sembari memunguti harapan yang tanggal
dibawah indah senyummu yang purnama dan paripurna
dengan khidmat kurayakan pesta
memotong nadi
melipat surat darimu

Komentar

Postingan Populer