lailatul qodar
purnama menatap nanar
kucoba intip dari sela daun pohon asam
lalu kuamati dalam-dalam
sembari mengeja pertanyaan
dentum meriam atau kepak sayap kumbang
desau angin atau deru mesin penggiling
dengan apa kau berwujud
yaa lailatul qodar
.
wahai Allah maha wisesa
demikian lancangnya aku
namun sudikah kau menggenapkanku
di malam yang ganjil ini
biar kupecahkan cawan dan tembikar
yang mengkilap dan penuh kepalsuan itu
di kepala, dada, juga ke dua bahuku
agar di waktu yang selekas-lekasnya
kunikmati moksa
wahai Pemilik malam yang mulia
Komentar
Posting Komentar