napas

dengan cepat. aku berlari dan memanjat
pada dahan-dahan pohon
aku tak bisa berpikir dengan baik
napasku tersengal tak karuan
sekali ini kucoba pahami keadaan
namun ketika ia mengerang
seketika dadaku bergetar
bulu di sekujur tubuhku berdiri tegak
bagai sekompi pasukan perang
dapat kubayangkan tatapan tajam matanya
cakar dan taring di antara barisan gigi putihnya
seumpama pedang para samurai
yang kapan saja siap
membuat seisi perutku terurai
pikiran-pikiran aneh. terus menggerayangi
pikiranku
pelan-pelan kutarik
dan kubuang napasku
yang sedari tadi tak jelas ritmenya
tapi oh tuhaaannn
selagi aku berpikir keras
ia telah ada tepat dibawahku
matanya yang menyeramkan
air liur di bibirnya itu
ia kesetanan!
belum usai aku memperbaiki napasku
ia sudah melesat padaku
bagai sauh yang ditautkan jauh ke dasar laut
begitu juga napasku
yang sesegera mungkin
akan ditautkan pada takdir
dan kematian. 

Komentar

Postingan Populer