aspal panas ikhlas
perihal kehilangan
pada masing-masing kita
di dalam dada
ada terungku
mengurung
memasung
keikhlasan
hingga karatan, maka
maka
maka
terserah masing-masing kita
tak ada kesimpulan
pada akhirnya
saya punya anggapan puisi dan penciptanya punya magis yang senantiasa (dalam waktu bersamaan) mengamati dan mengawasi apa-apa yang terjadi di sekitarnya seperti halnya mercusuar di pesisir pantai, meskipun caranya berbeda. pun begitu mereka juga sama-sama "tinggi"
Komentar
Posting Komentar