sesal adam

ditengah gentingnya hari perhitungan, adam terduduk di pojok mahsyar, ia tutup wajahnya dengan telapak tangan, malu semalu malunya, sesekali ia usap air mata di pipi dan dagunya yang bidang, "Sebegitu hinakah aku ya Tuhan, hingga untuk masuk ke surgaMu aku harus dihisab amalan, bukankah sejatinya itu adalah rumahku, di salah satu kamar di firdaus aku diciptakan, di tepi telaga kautsar yg tenang tatap mata hawa membuatku kasmaran, Aaaakkkhhhh Tuhan mengapa kau ciptakan rasa sesal! mengapa kau tumbuhkan pohon dan buah khuldi bajingan itu!" kenang adam, tangisnya makin menjadi, namun tak ada seorang pun peduli, sebab triliunan anak cucunya sedang sibuk menghitung amalan sendiri. 

Komentar

Postingan Populer