ULTIMATUM PETITUM
Maukah kau membuat janji temu denganku barang sekali ini saja?
Selepas kita bertemu, mungkin kita dapat membuat janji temu lagi
Bagaimana?
Atau jika kau tidak bisa karena sibuk dengan urusanmu. Atau jika kau tak mau karena aku sudah bukan kriteriamu. Tanpa mengurangi rasa rindu. Kucoba memohon satu hal. Kau atau siapapun atau apapun yang menjadi penjelmaanmu, janganlah liwat mondar-mandir di pikiranku. Setidaknya bila waktu itu kau pergi tanpa janji. Tak ada pamit permisi. Apalagi say goodbye. Lebih baik dan lebih benar. Jangan sengaja berpapasan. Tanpa uluk salam. Apalagi sapaan. Itu tak sopan, sayang.
Sekali lagi ku tegaskan. Di dalam pikiranku. Kau cukup diam di pojokan gudang bersama kenangan yang berdebu dan perkakas yang tak bisa memperbaiki masa lalu.
ONLY STAFF
Sebab aku lelah, sayang. Aku lelah terus menerus menubuhkan pikiran. Mataku sering tiba-tiba ereksi tapi susah ejakulasi. Sesekali pernah kucoba paksakan masturbasi. Namun yang keluar air mata lagi, air mata lagi.
Dan jangan tersenyum!
Kau masih ingat terakhir kali kau tersenyum?
Ya... Bibirmu kau sunggingkan. Hatiku yang bermekaran. Dan berguguran bersamaan. Bagai kamboja di pekuburan.
Komentar
Posting Komentar