lembut lalu koyak
mengejar surya
menyusuri rel kereta
sore yang lembut
.
daun pisang yang akrab dengan luka
melambaikan selendang
"cukup pamit yang menjadi jeda antara kita"
menahan terpaan rindu membuat ia kerap koyak
harapan dan derita menyesaki loteng pikirannya
beradu
"entah berapa lama kurapal semoga di awal doa, namun sekali lagi semoga kita bersua di stasiun selanjutnya".
Komentar
Posting Komentar